Panggil saja dia Key. Dia orang luar biasa hebat yang pernah saya kenal.
Sebut saja dia Key. Gadis ‘dewasa’,
yang sungguh memberi saya banyak pelajaran. Key, seorang pembelajar, seorang
baik hati, seorang yang peduli. Key, seorang yang cantik, baik, dan pintar.
Ah. Catatan ini untuk Key.
Dia tidak pernah bercerita tentang kisah sedihnya. Atau sekedar berbagi duka. Sama sekali tidak pernah. Kita hanya bertukar cerita seru, pelajaran-pelajaran hebat, omong-omong tetangga, dan seputar hal menyenangkan lainnya.
Dia tidak pernah terlihat mengeluh. Tidak
merasa perlu berbicara tentang aib orang lain. Juga jarang menunjuk rasa
kesalnya. Hal hebat, yang jarang menjadi penguasaan atas seseorang. (pelajaran pertama
untuk saya).
Tapi Key, hari ini, entah bagaimana, kabutmu seperti seujung kuku dari mata saya.
Entah dengan apa, saya bisa melihat
kabut yang sama seperti yang kamu lihat.
Kau rindu mamamu.
Rindu teriakannya menyuruhmu makan.
Rindu omelannya, ketika tak satupun
suruhannya tergubris.
Rindu tatapan hangatnya, saat kau
mulai bercerita.
Dan rindu pelukannya yang lama, yang
melemaskan seluruh rusukmu..
Dan kehilangannya untuk waktu yang berbilang tahun,
Sungguh, saya tau itu menyakitkan.
Kerinduan-kerinduan yang sedang
memeluk hatimu
Kenangan-kenangan yang silih
berganti terputar di kepalamu
Entah bagaimana menjadi puzzle yang juga
menorehkan sesuatu di mata saya.
Tidak pernah ada larangan untuk menangis, Key.
Lakukan, jika itu dapat menghantar
sedikit rindumu untuk dia.
Tetap semangat dan berjuang, orang hebat :)
30/09/12.
Kamar.

tulisan yang bagus kak :)
ReplyDeletelike u'r blog :)
Thankyou so much, farah :))
ReplyDelete