(Intro)
“Esok
lusa jangan kau lupa nak, heroik pejuang muda dulu di atas Hotel
Yamato. Insiden perobekan bendera yang tersohor itu”. Bu Resni
membenamkan kepala kami dalam goresan kapur di papan tulisnya.
Menggambar peristiwa.
Usianya
mungkin nyaris 60 saat itu ; guru tertua di SD saya. Perawakannya
kurus, tinggi semampai, dan kulit tuanya tertutup keriput disana-sini.
Garis wajahnya tegas, dan matanya selalu penuh harapan. Beliau, adalah
guru terbaik sepanjang massa. Guru kebanggaan saya.
Dari
Bu Resni, kami mengenal Sjahrir, Hatta, sampai sang Jenderal AWS
Mallaby. Dari Bu Resni, kami belajar mencintai ibu Pertiwi.
Beliau orang baik. Pendidik yang hebat. Penumbuh harapan. Dan selalu membuat kami percaya, Indonesia masih punya masa depan.
---
Tahun
2014, detik-detik mulai masuk tahun politik. Saya, kamu, kita,
sama-sama tau, rentetan ulah yang dibuat wakil rakyat dari partai
berwarna merah, kuning, biru, hijau, jingga, dan seterusnya. Dan saya,
kamu, kita, sama-sama muak setiap kali KPK berhasil menggenapkan satu
per satu koruptor sebagai tangkapannya.
Lalu, saya, kamu, kita, sibuk mencerca. Partai korup. Partai penipu.
Tapi,
seandainya ada orang baik yang mampu dan mau memperbaiki Negara kita,
harus lewat jalan apa dia masuk? Sementara keputusan tertinggi selalu
ada pada politik. Kita skeptis, dan terus bertahan skeptis..
Partai (yang berdasarkan data) terkorup, PDIP, bahkan mampu melahirkan seorang Jokowi.
Partai (yang berdasarkan catatan sejarah) amat buruk, Gerindra, bahkan mampu melahirkan Ridwan Kamil.
Saya
percaya, masih banyak orang-orang baik yang bisa dititipkan negeri ini.
Sama halnya seperti saya percaya pada pendidik saya, Bu Resni; dan sang
pendidik, pencetus Indonesia Mengajar, Anies Baswedan :)) Kunjungi web ini buat tau alasannya :))
Saya izin copy tulisan Pandji Pragiwaksono, tanpa bermaksud melemahkan/ mengusung suatu partai. Berikut ulasannya :
Waktu Mas Anies Baswedan maju sebagai capres konvensi Demokrat, orang orang nanya kenapa mau jadi bagian partai yg korup banget.
“Duuuh kenapa harus Demokrat sih? Itu kan partai paling korup?”
Jawaban saya (dan kami yg mendukung beliau) karena kami percaya sudah waktunya untuk membersihkan partai partai busuk dari dalam. Dan saya percaya kalau perjuangan mengubah politik Indonesia membutuhkan figur sentral, Anies Baswedan lah orangnya.
Kini dengan ramainya harapan orang terhadap Jokowi yg maju jadi capres, saya berharap orang orang memiliki optimisme yang sama dengan saya, bahwa Jokowi mampu membersihkan PDI-P dari dalam. Orang lupa bahwa PDI-P pun bukanlah partai yang bersih dari korupsi. Namun sinar Jokowi seakan membuat orang lupa atau tak mau tahu.
Perjuangan utama kami di para Relawan Turun Tangan adalah berubahnya peta politik Indonesia, lewat figur figur bersih, baik & kompeten. Seperti yang pernah saya tulis di sini
Saya sendiri akan terus & selalu mendukung Mas Anies Baswedan sebagai capres. Karena saya masih percaya bahwa Mas Anies akan jadi Presiden yang lebih baik daripada Jokowi.
Anda yang membaca ini, bebas dukung siapapun selama anda bisa yakin pilihan anda benar & anda jalan di jalan yang terhormat.
Saran saya, apabila ada lagi orang orang bersih, baik & kompeten mau maju ke kancah politik, kita dukung mereka.
Mari, kita ubah politik Indonesia
Lewat kekuatan rakyat.
---
“Banyak pemimpin baik di negeri ini. Mereka menumbuhkan harapan, Indonesia masih punya masa depan.” – Najwa Shihab.
“Banyak pemimpin baik di negeri ini. Mereka menumbuhkan harapan, Indonesia masih punya masa depan.” – Najwa Shihab.

"Mereka menumbuhkan harapan, Indonesia masih punya masa depan." .... :))
ReplyDeleteKonvensi PD has done... Entah beliau bisa melanjutkan atau tidak
ReplyDelete