Untuk ada sampai di titik ini, adalah berkat jalan takdir Tuhan yang ajaib dan ga terduga.
Dua minggu menuju akhir kuliah, pun selesai sudah dua tahun di organisasi yang sama.
BEM.
Ada serangkaian syukur bisa mendaratkan kaki di garis ini, di titik finalnya. Terimakasih kepada tahun pertama yang istimewa. Juga terimakasih untuk tahun kedua dengan ragam warnanya. Serta telah bersandar seribu maaf untuk semua salah, khilaf, dan penodaan hati untuk semua.
Pertama..
Untuk delapan puluh empat. Jumlah yang sama di awal, maupun di akhir. Orang-orang
hebat, yang menamai dirinya Sahabat Prioritas. Thank you, sob! Tetap bergerak
bersama, untuk FEM yang utama. ^^
Pak Bos, Erlangga Ryansha.
Ada maaf dan terimakasih buat satu tahunnya. Ada selamat untuk
kepemimpinan di massanya. Ada semangat untuk semua perjuangan ke depannya. Good
luck, Bos! :)))
Pelengkap nano-nano : Echa, Eka, Papau.
Pelengkap nano-nano : Echa, Eka, Papau.
Sama, ada maaf dan terimakasih ^^ Senang pernah dayung perahu bareng
:)
Dan. Kawan-kawan seperjuangan, Kadept-Kadept terhebat yang pernah ada.
Sungguh, ingin apresiasi orang-orang hebat ini.
Bayeg, dengan semua semangat, lelah, dan semua-muanya buat departemen
dia yang super. Buat jerih mereka dari pagi sampai ketemu pagi lagi. Buat semua
kisah perjuangan dan kebersamaan yang mengharukan. Rayyan, dengan kelapangan hatinya
untuk memimpin. Ga peduli seberapa sulit, ga perlu peduli kalau harus dibenci.
Yang dia tau, di pundaknya ada beban mimpi yang harus dilunasi. Ada Aji dengan
situasi dan posisinya yang ga mudah. Kerja kerasnya mengejar dan mengulang
sukses Pendidikan di tahun lalu. Tentang EC dan Bina Mapresnya yang penuh warna,
fluktuasi anggota, dan kondisi-kondisi lain yang sekali lagi ga mudah. ; Alkaf,
si kecil yang struggle membawa Extravaganza dan Fem Ambassadornya. Yang
membentengi dirinya buat ditekan sana-sini. Disudutkan ini itu. Juga ada Aldi
dengan program Kastradnya yang jauh dari kata akrab dengan mahasiswa. Berjuang
untuk Pocernya, bertahan dan terus bertahan untuk setiap rumah diskusi dan
kajiannya. Menyusul Alyas, si kaku yang sering lucu. Membawahi pengabdian tanpa
batas. Juga Rian, yang sayang banget sama anak departemennya, meski kadang suka
salah fokus :’)
Tau betul, di pundak mereka ada beban berat, yang seringkali ga
terlihat dari sudut pandang orang lain. Tau betul, betapa mereka sayang anak-anaknya,
meski di luar kadang terlihat diktator. Tau betul, untuk ragam suara miring
yang siap dialamatkan ke mereka. Tau betul, ada malam-malam yang dihabiskan
untuk memikirkan enam atau tujuh orang lainnya. Tau betul, untuk semua keraguan
yang seringkali bertengger dan terlihat oleh orang lain dari kejauhan. Tau
betul, ada kesiapan hati untuk dibenci oleh anak-anaknya, demi terlihat keras
di depan mereka. Tanpa peduli, tahukah mereka bahwa itu adalah tentang
mimpinya.
Tau betul... Selalu ada kesiapan untuk jadi benteng yang siap perang,
atau sekedar tameng yang siap dicaci demi melindungi mereka, enam atau tujuh
lainnya.
:’))))
Terakhir, untuk mereka, keluarga kedua. Teman Sepermainan.
Beberapa lembar surat kemarin memang jauh dari kata cukup buat
gambarin semuanya. Pun posting blog ini.
Makasih Ipeh, Sauqi, Renza, Imu, Ikhsan dan Nina :)
Merekalah satu-satunya
alasan untuk ‘pulang’, saat hati memutuskan buat pergi. Juga satu-satunya
jawaban, untuk mengeratkan urat saat ada yang mencoba mengubur mimpinya.
Merekalah, kawan berjuang dan sahabat terbaik! :)
Juga untuk Izza, Fardin, Ekky dan Kharisma. Makasih yah ^^
Per 12 Desember 2013, purna tugas sudah. Lebur semua atribut ini.
Untuk semuanya,
Maaf, dan terimakasih :))))


:""""
ReplyDelete:')
ReplyDeleteKa ratnaaaaa T.T
ReplyDeletewah ramai..
ReplyDeleteGood, http://ilmu-matematika.blogspot.com/
ReplyDelete:''')
ReplyDeleteThanks for being one of the greatest people I've been working with and for bringing BEM FEM higher...
:)))
Delete