Ratna Sofia

Author

Sebuah Titipan : Tak Nyata

2 comments

Demi melihat sebuah nama di Inbox email, mata dan jari saya gemetar.
Dan adalah dari dia, tulisan yang akan kau baca ini berasal.
Inilah sebuah titipan.
Tertujukan untuk kalian, hei kawan.
Dari dia yang akhirnya meluluskan riak hati lewat sepucuk tulisan.

Dan kau hanya perlu meraba dengan hati,
Untuk kemudian membiarkan sosoknya hadir sejenak di kepalamu..
Dan kau hanya perlu membaca dengan tenang,
Untuk kemudian menyaksikan dia dalam siluet kenangan..

Tak Nyata.

Mereka bilang aku hidup dalam dunia yang tak nyata
Bahwa dunia yang akan aku tempati esok hari adalah dunia yang sama seperti yang telah mereka jalani sepanjang hidup mereka
Tak kusalahkan mereka yang tidak mengerti
Bukankah memang penuh ketidakpastian di jalan yang aku pilih?
Aku yakin mereka dulu seperti aku. Penuh dengan mimpi dan cita-cita.
Aku tidak mengerti, apakah waktu memang bekerja dengan cara seperti itu?
Merubah mereka yang muda menjadi tua, sembari meruntuhkan mimpi dan jati diri
Aku takut
Bukan karena kegagalan yang mengancam untuk bertemu di depan mata
Aku takut aku berubah menjadi seperti mereka
Aku takut kegagalan meruntuhkan mimpi dan jati diri

Aku iri dengan mereka
Mereka yang tak punya pemikiran seperti ini
Karena sungguh pemikiran ini mengganggu nyenyak nya tidurku
Bukan aku ingin menantang kalian
Tapi apa kalian betul-betul tau jalan mana yang benar?
Apa kalian memang tau apa yang terbaik untuk diriku?

Aku tengah berlari menyongsong ketiadaan cahaya
Seandainya hanya cahaya yang tiada
Mungkin tak akan berderai air mata
Seandainya hanya cahaya yang tiada
Pasti kegelisahan tidak akan terasa
Nyatanya bukan ketiadaan cahaya yang mengalirkan air mata
Bukan ketiadaan cahaya yang menerbitkan gelisah dalam dada
Adalah hembusan nafasmu di tengkuk kepala yang tak lagi terasa,
Adalah tangan yang hilang dari genggaman, dan sosok yang mulai memudar dari pandangan
Adalah nama yang tak bisa ku panggil lagi dari kejauhan..

Aku pasti rindu
Ramainya celotehan dari mulut kalian
Sapaan dan sunggingan senyuman yang tiap hari kutemukan
Kalian bagai kebahagiaan yang tiada berkesudahan
Sedih di satu sudut, ditutup bahagia di sudut yang berlawanan
Walau aku tau tak sedikit duka,
Dan tak banyak bahagia yang telah dialami bersama

Aku pernah merasakan sendirian
Merasa terasing kala bersenda gurau dengan kawan
Tapi hilang sudah saat kita dipertemukan
Aku bersyukur mengenal kalian
Kalian yang banyak memberiku pelajaran

Kutemukan banyak cinta, beberapa terasa istimewa
Tentang cerita yang ramai kalian kisahkan
Kurasa cerita itu yang membuat ku bertahan
Bahkan sampai saat ini ku rasakan, cerita itu selalu mampu membuat ku menoleh ke belakang.
Tapi kawan, kisah itu tak berhasil ku nyatakan
Meski berkali-kali kucoba sampaikan
Kukira itu tak nyata kawan
Cerita yang kalian kisahkan

Saat kita berpisah di persimpangan jalan,
Maafkan aku tak lagi berjalan beriringan di dalam pelukan
Maafkan aku yang tak bisa menjadi teladan bagi kalian
Maafkan aku yang menyerah, dan memutuskan untuk meninggalkan kalian
Sungguh ku yakin Tuhan tahu,
Linangan air mata dari dalam hatiku, akibat penyesalan dari apa yang telah dan belum aku lakukan untuk kalian.

Semoga purnama itu kembali bercahaya suatu masa
Saat kita berjumpa di masa yang lebih nyata
Saat mimpi-mimpi mulai terwujud, dan kebahagiaan mulai terajut
Sampai saat itu tiba, kan ku rindukan kehadiran kalian dalam pandangan mata
Sampai saat itu tiba, akan ku rindukan renyah tawa di rongga telinga
Sampai saat itu tiba.


Him.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

2 comments:

  1. sesuatu yang dibuat dari hati, sampainya akan ke hati :')
    it do work here :')

    ReplyDelete
  2. Rasanya tau siapa dia :')

    ReplyDelete

Please leave your comment here :