Tidak ada yang lebih mengiris hati, daripada melihat orang yang dulunya badung, nakal, periang, jadi tiba-tiba pemurung, dan, diam.
Tidak ada yang lebih mengejutkan, dibandingkan dengan menyaksikan seorang yang biasanya ramah, tidak banyak bicara, sederhana, lugu, tiba-tiba marah. Tiba-tiba meluap. Dengan luapan yang bahkan belum sempat terpikir oleh manusia manapun yang mengenalnya.
Hari ini saya menyaksikan yang kedua.
Dia teman saya.
Sungguh, menyaksikannya memuntahkan semua yang ia telan bulat-bulat sebelumnya, benar membuat bulu kuduk berdiri. Kemarahan yang terpendam entah untuk bilangan berapa lama.
Hukum akumulasi. Oh, kenapa dia harus ada.
Maka hanya lewat doa, saya kirim rangkaian pengharapan terindah. Semoga luapannya hari ini, mengurangi riak hati, juga benci yang terakumulasi.
Amin.

lama gak jumpa.
ReplyDeletemasih kenal?
"nyaman-ilalang".
widiih, udah jadi anak-muda.com yaa?
mantaap.
gimana urusnya kalo pake .com gitu?
berapaan bayarnya?
cerita2 dong.
haha
Absolutely, YA bang! :)
ReplyDeleteHahaha pas buka twitter kemarin, langsung sadar si 'Sudut Pandang' tentang ilalang, kopi, dan aceh :D
Haha, iya nih. Kegaulan nambah satu tingkat pake .com :p
Ayo bang, mau juga dong diajarin jadi penulis kelas satu gitu kaya si sudut pandang ._.