Ratna Sofia

Author

Pesan-Pesan Hebat Tere Liye (Part I)

2 comments

Mau berbagi beberapa pesan hebat dari seorang penulis -yang jujur saya banyak belajar dari beliau. Dikutip dari catatan facebook, juga buku-bukunya.

Catatan 1.
Saya selalu menyarankan ini, jika kalian masih muda, punya banyak waktu luang, tidak memiliki terlalu banyak keterbatasan, maka berkelilinglah melihat dunia. Bawa satu ransel di pundak, berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, dari satu desa ke desa lain, dari satu lembah ke lembah lain, pantai, gunung, hutan, padang rumput, dan sebagainya. Menyatu dengan kebiasaan setempat, naik turun angkutan umum, menumpang menginap di rumah-rumah, selasar masjid, penginapan murah meriah, nongkrong di pasar, ngobrol dengan banyak orang, menikmati setiap detik proses tersebut.

Maka, semoga, pemahaman yang lebih bernilai dibanding pendidikan formal akan datang. Dunia ini bukan sekadar duduk di depan laptop atau HP, lantas terkoneksi dengan jaringan sosial yang sebenarnya semu. Bertemu dengan banyak orang, kebiasaan, akan membuka simpul pengertian yang lebih besar. Karena sejatinya, kebahagiaan, pemahaman, prinsip-prinsip hidup itu ada di dalam hati. Kita lah yang tahu persis apakah kita nyaman, tenteram dengan semua itu. Nah, kalau kalian punya keterbatasan, lakukanlah dalam skala kecil, jarak lebih dekat, dengan pertimbangan keamanan lebih prioritas. Itu sama saja. Lihatlah dunia, pergilah berpetualang, perintah itu ada dalam setiap ajaran luhur.

Catatan 2.
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.  
-- Tere Liye, Novel 'Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin'

Catatan 3
"Kenapa buah pisang harus matang setelah sekian hari di tandannya? Kenapa lebah harus membuat madu? Kenapa air mendidih jika dipanaskan? Karena mereka taat dengan aturan main yang ada. Sekuat apapun pisang menolak matang, air tidak mau mendidih, lebah tidak mau membuat madu, mereka harus menurut. Itu aturan alam, sunnatullah.”

“Jika alam saja punya aturan main. Punya kaidah-kaidah yang harus dita
ati, apalagi dalam agama, Eli. Perempuan tidak boleh adzan selama masih ada laki-laki yang pantas melakukannya. Sama halnya dengan menjadi imam shalat. Kau tidak bisa melanggarnya hanya karena ingin membuktikan perempuan bisa melakukan apapun. Karena pemahaman kita, apalagi pemahaman kau yang masih terbatas, emosional, berbeda dengan pemahaman saat peraturan itu diberikan. Kau paham, Eli?”

--Tere Liye, novel 'Eliana', novel ini memuat banyak sekali isu persamaan gender
Catatan 4
"Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta."

--Tere Liye, novel 'Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin'
 

Catatan 5
"Jangan pernah menilai sesuatu sebelum kau selesai urusan dengannya. Sebelum mengenal baik. Sebelum selesai mendengarkan atau selesai membaca semuanya."

--Tere Liye, novel 'Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah'
 

Catatan 6
Oh dear, hidup ini tidak seperti novel, yang kalau halaman sekarang terasa sesak, sedih, menyakitkan, penuh masalah, maka dengan bersabar membaca 10, 20 halaman berikutnya semua selesai, berubah jadi membahagiakan.

Di kehidupan nyata, kita bahkan perlu 10, 20 hari, bulan, bahkan tahun harus terus bersabar agar semua selesai, berubah jadi membahagiakan. Karena itulah, menjadi dewasa oleh kehidupan, memiliki pemahaman baik karena proses kehidupan, akan menjadikan seseorang lebih kuat dan lebih kuat lagi. Selamat menulis 'novel' kehidupan masing-masing.

 
 
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

2 comments:

Please leave your comment here :