Ratna Sofia

Author

Beda.. Beda.. Beda..

Leave a Comment

Beda di Bibir, beda di tangan.. Beda di depan, beda di belakang. Beda di perlakuan, beda di obrolan..
Hadeh.. -_-“ Banyakan kata beda-nya ya???

Tapi itu kenyataannya. Sempat bangga, terharu, eh, sekarang hilang semua. Saya tau dan benar-benar tau, kalau dia memang orang pintar, cerdas, cerdik, jenius, brilliant, dan sejenis itulah. Tapi dengan apa yang dia bilang di salah satu media, jadi menghapus semua julukan itu di mata saya.

Saya termasuk salah satu orang yang memegang prinsip, “Seberapa berpendidikannya kamu, terlihat dari cara berpikirmu, cara berlakumu, dan cara bicaramu”.
Percuma lah. Sekolah tinggi-tinggi, kalau tiga hal itu ga bisa kita jaga. Mending kaya Om Gayus aja kalau gitu. Cuma tinggal sekolah di STAN, lulus, kerja di kantor pajak, setelah itu? Lahap deh uang rakyat. -__-“

Sumpah! Saya prihatin sekali sama negara kita, baik itu sebagian rakyatnya, maupun sebagian pemerintahnya. Ngga perlu saya ceritain satu2 deh.. Yang paling ‘in’ kan kasusnya Bu Sri Mulyani. Kalau yang ini, saya paling prihatin. Rasanya benar-benar ingin mengibarkan bendera hitam di rumah. Ya, bendera hitam untuk birokrasi Indonesia. Heran seheran-seherannya. Seorang sekredibel BU SMI, dihujat, disalahkan semua pihak, didemo mahasiswa, dikucilin sama orang-orang berdasi yang duduk di Gedung miring, bahkan dikasih tunjuk aksi ‘walkout’-nya dengan orang-orang yang sama. Bu SMI yang selalu keliahatan santai, suatu ketika ditanyain wartawan kenapa sesantai itu menghadapi proses hukum Century, dengan tetap ‘cool’-nya beliau bilang, “Kenapa mesti takut, saya ga salah. Periksa saja..”. Wooohooo…! Cool!!! Ga kaya pejabat-pejabat lain yang udah jelas2 terlibat korupsi malah ngeyel sana ngeyel sini, selalu ngeles kalau ditanya wartawan, koar2 kalau mereka akan buktikan ga bersalah. -.-“

Dan akhirnya… Bu SMI menuliskan sendiri kredibilitasnya dengan tinta emas dunia. Dicerca di Indonesia, dunia malah menyanjungnya habis-habisan. BU SMI sudah berkali-kali jadi deretan 100 wanita paling berpengaruh di dunia. Terakhir kalau ngga salah, di posisi ke-23. Tapi yang kali ini, beda! Saya yakin semuanya udah tau juga sih.. Organisasi Keuangan paling kredibel di dunia, melamar beliau sebagai direktur! O-M-G..!! Jabatan ini belum pernah ditawarkan kepada siapapun orang di Indonesia, bahkan di Asia! Kedudukan yang ditawarkan ke Bu SMI, adalah kedudukan tertinggi setelah Presiden World Bank. Jadi Bu SMI ini orang pertama di Asia yang mendapat kehormatan seperti itu. Dan wanita pula! Wah.. Bu Kartini pasti bangga nih.. ^^

Saya rasa nih, anggota2 DPR yang waktu itu walkout, harusnya nunduk malu kalau lagi jalan kemana-mana. -__- Udah liat kan gimana aksi Kartini abad 21? Hehe..

Sekarang saya jadi ngerti, kenapa Indonesia kalah jauh sama negara2 lain, padahal kalau ada olimpiade2, kita selalu berhasil meloloskan generasi-generasi terbaik. Indonesia punya banyak perguruan tinggi yang kualitasnya ga perlu diragukan, dan orang besar banyak lahir disana. Tapi kenapa begini-begini aja?? Jawabannya simple! Orang-orang pintar di negeri ini malas mengabdi untuk bangsa, karena mereka tahu bahwa mereka akan disia-siakan. Jadi, lebih baik go international, bukan hanya untuk mendapat pengakuan dunia, tapi untuk hal yang jauh lebih dari itu!

Anyway, kenapa jadi berat obrolannya ._.
Oke, balik ke topik. Orang yang saya maksud di intro tadi, adalah dia/mereka dengan pendidikan tingginya, yang asal umbar di media massa. Sebenarnya wajar aja kok kalau ada yang menumpahkan kekesalan lewat media2 seperti itu, tapi kalau dilihat dari sisi pendidikan yang udah dia/mereka tempuh, rasanya sulit dipercaya, kok orang berpendidikan bisa ngomong seperti itu ya??? Kalau yang ngomong anak mana..gitu, wajar-wajar aja. Lah? Tapi ini mereka!!

Padahal dulunya nge-fans.. Tapi… Ya udalah..
Ngefans sama ilmunya aja deh, mbak.. ^^

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment

Please leave your comment here :