Ratna Sofia

Author

JULIA PEREZ JADI CALON WAKIL BUPATI

1 comment

Indonesia memang mendadak jadi Negara adidaya kalau masalah sensasi. Tidak peduli, itu lingkup politik, ruang publik, atau sekedar jagat hiburan. Yang jelas, semuanya penuh sensasi. Saya sebenarnya nggak mau banyak bicara soal ini, toh apa artinya pendapat saya? Tidak mengubah apapun, kan?

Sensasi itu mulai dari semarak artis di kursi dewan, pencalonan pemimpin daerah yang asal-asalan, sampai orang-orang stress akibat gagal duduk di kursi pemerintahan. Saya masih ingat betul waktu Syaiful Jamil dicalonkan menjadi salah satu pemimpin daerah. Entah darimana ide untuk mencalonkan beliau itu muncul. Walaupun akhirnya gagal, hal tersebut nyatanya tidak menyurutkan niat seorang Julia Perez untuk mengikuti jejak Bang Ipul –panggilan Syaiful Jamil-. Wanita yang belum jelas janda atau nikahnya ini, didaulat untuk memimpin daerah Pacitan. Parahnya, ia mengaku belum pernah berkunjung ke daerah itu. Weleh2.. Mau dibawa kemana ya Negara kita ini??

Mereka selalu mengatasnamakan demokrasi, bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama untuk menjadi pemimpin. Tapi pemimpin yang bagaimana dulu? Saya selalu risih dengan orang-orang yang mengambinghitamkan demokrasi sebagai satu-satunya alat untuk mendompleng suara. Sebenarnya ini bukan karena mereka artis, saya jadi bicara seperti ini. Memang sah-sah saja kok seorang artis jadi pemimpin. Kalau artis yang dimaksud seperti Pak Dede Yusuf misalnya, jauh lebih bisa diterima lah.. Selain karena pendidikan beliau yang memungkinkan, juga bersih dari 'image' gimana2.. Sebenarnya yang harus dilihat itu, bukan karena dia artis ata siapa, tapi lebih kepada sanggup nggak orang itu? Itu yang harus dijawab!

Gini deh, buat yang pro dengan Julia Perez misalnya, bisa nggak kasih saya beberapa alasan kenapa dia layak dipilih? Pendidikan, nggak banget. Akhlak dan agama, silakan nilai sendiri. Cara berbusana, sandingkan dengan wibawa seorang pemimpin yang sebenarnya. Karena pada dasarnya, seorang pemimpin seharusnya bisa menjadi contoh untuk orang-orang yang bernaung di bawahnya.

Nah, kalau seperti ini tandanya demokrasi di Indonesia sudah makin maju atau malah jongkok ya???

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

1 comment:

Please leave your comment here :